Fasilitator

Bukan trainer.
Yang bangun sistemnya.

Fasilitator MakinPintar tidak berdiri di depan kelas. Mereka duduk di sebelah peserta waktu kerjaannya dibongkar, dan ikut membetulkan kalau macet.

Yang akan duduk di sebelah peserta.

Satu contoh: laporan mingguan.

Bukan studi kasus. Kerjaan biasa.

Laporan mingguan. Tiap Jumat, bentuknya selalu sama. Datanya datang dari beberapa tempat: sebagian di spreadsheet, sebagian di email, sebagian harus ditanya dulu ke orang lain.

Ke mana waktunya
  • Kumpulkan data2 jam
  • Bersihkan dan gabung1 jam
  • Analisis & buat ringkasan1 jam
  • Tulis laporan30 menit

Total: ~4,5 jam

Yang biasanya dirombak duluan, dan kenapa itu keliru

Yang pertama dirombak orang biasanya bagian menulisnya, karena paling kelihatan. Tapi lihat angkanya: menulis cuma 30 menit dari empat setengah jam. Prompt sesempurna apa pun paling membuatnya jadi 10 menit. Empat jam sisanya tidak bergerak. Yang berat bukan cara bertanya, tapi urutan kerjanya.

1

Bentuknya ditetapkan sekali

Tiap Jumat isi laporan ini diputuskan ulang. Itu keputusan yang cukup diambil satu kali.

2

Yang tetap dipisah dari yang berubah

Begitu keduanya terpisah, yang benar-benar baru tiap minggu tinggal sedikit.

3

Pemeriksaan jadi satu langkah

Sekali, di akhir. Bukan was-was sepanjang jalan.

Contoh ini ilustrasi. Hari itu, yang dibongkar kerjaan sendiri.

Hari kelas,
dari sisi fasilitator.

Ini yang fasilitator kerjakan selama peserta bekerja.

  1. 09.00

    Dengar

    Peserta cerita kerjaannya. Laptop belum dibuka.

  2. 11.00

    Bongkar

    Kita petakan langkahnya, cari yang makan waktu.

  3. 13.00

    Bikin

    Peserta yang mengerjakan. Fasilitator keliling.

  4. 15.00

    Macet

    Yang tidak jalan, kita betulkan bareng.

  5. 17.00

    Jalan

    Pulang dengan instruksi AI yang sudah dicoba dan rencana 7 hari.

Sampai
ketemu!

Kerjaan nyata, dibongkar bareng.

Tidak perlu jago AI.

Bawa satu pekerjaan yang tiap minggu bikin capek.