UNTUK TIM

AI Adoption Program

Tim sudah mencoba AI. Cara kerjanya belum berubah.

Bukan sekadar pelatihan AI. Pendampingan sampai AI dipakai dalam kerjaan tim sehari-hari, dengan hasil yang diukur.

  • Mulai dari kerjaan tim sendiri, bukan daftar fitur
  • Hasil diukur dalam menit, sebelum dan sesudah
  • Dipimpin langsung oleh Roni Mulyana, CTO dan praktisi AI
Tanya soal program iniMulai dari Rp 39.000.000 · Invoice tersedia untuk pesanan kantor

Program pendampingan untuk organisasi yang ingin AI benar-benar dipakai, bukan sekadar dicoba. Dimulai dari kerjaan tim yang paling sering diulang, dijalankan dengan AI sampai bisa dipakai siapa pun di tim, lalu diukur: berapa menit sebelum, berapa menit sesudah.

4 minggu, untuk satu tim sampai 20 orang, dipimpin langsung oleh Roni Mulyana. Jalan di AI yang sudah dipakai kantor: ChatGPT, Copilot, Gemini, Claude, atau yang lain.

Yang sering terjadi setelah pelatihan AI

  • Dipakai diam-diam

    Sebagian tim sudah memakai AI, dengan akun pribadi dan dokumen kantor. Tidak ada yang tahu data apa yang masuk ke AI.

  • Pelatihan selesai, kebiasaan kembali

    Sesinya berjalan lancar. Sebulan kemudian, laporan dan email dikerjakan dengan cara lama lagi.

  • Tiap orang punya cara sendiri

    Prompt berbeda-beda, hasil berbeda-beda, dan tidak ada standar yang bisa diajarkan ke anggota tim baru.

  • Hasilnya tidak bisa dijawab

    Langganan AI sudah dibayar. Berapa jam yang benar-benar hemat, belum ada yang bisa menjawab.

Ini bukan kasus satu-dua kantor. Di Indonesia, 76% pekerja membawa sendiri aplikasi AI ke kantor (Microsoft dan LinkedIn, Work Trend Index 2024). Secara global, hanya 36% karyawan merasa cukup dilatih memakai AI (BCG, AI at Work 2025, 10.600 pekerja di 11 negara). Masalahnya jarang di aplikasinya. Yang kurang adalah urutan kerja yang sama untuk seluruh tim, aturan pakai yang jelas, dan cara mengukur hasilnya. Program ini mengerjakan ketiganya, pada kerjaan tim sendiri.

Tahapan program

  • Kesiapan dan peta peluang

    Cek Kerja & AI untuk tim dan wawancara singkat dengan pimpinan. Hasilnya daftar kerjaan yang paling layak dibantu AI, dan yang sebaiknya tidak.

  • Kemampuan tim

    Workshop tatap muka pada kerjaan tim sendiri: instruksi AI, AI Opportunity Canvas, dan cara memeriksa hasil.

  • Workflow yang benar-benar jalan

    Kerjaan terpilih dijalankan dengan AI dan diperbaiki bersama, sampai bisa dipakai siapa pun di tim.

  • Aturan pakai

    Data apa yang boleh masuk ke AI, akun mana yang dipakai, dan siapa yang memeriksa hasil. Ditulis singkat supaya benar-benar dibaca.

  • Pengukuran hasil

    Menit sebelum dan sesudah untuk setiap kerjaan terpilih, dirangkum untuk pimpinan.

Yang memimpin program

Roni Mulyana

Roni Mulyana

CTO, Trillium Technologies Indonesia · Pendiri MakinPintar

Profil lengkap

Roni Mulyana sudah lebih dari dua puluh tahun bekerja di bidang teknologi, dan lebih dari tujuh tahun di antaranya membangun sistem AI. Kini dia CTO di Trillium Technologies Indonesia dan memimpin tim di balik Phibase.io, platform yang dipakai perusahaan multinasional di Indonesia dan Singapura.

Program ini memakai cara yang sama dengan proyek AI yang dia kerjakan untuk perusahaan: mulai dari kerjaan nyata, uji pada data asli, ukur, lalu perbaiki. Pada Oktober 2026 dia menerbitkan ARIA, laporan teknis terbuka tentang cara menyusun sistem agen AI.

  • Roni Mulyana di depan spanduk PRFM 107.5
  • Roni Mulyana bersama tim di studio PRFM 107.5
  • Roni Mulyana berdiskusi dengan peserta sebuah acara
  • Siaran di studio PRFM 107.5 Bandung
  • Roni Mulyana mengajar di ruang rapat PRFM 107.5
  • Roni Mulyana di studio PRFM 107.5
  • Tim PRFM 107.5 mengikuti pelatihan AI
  • Roni Mulyana bersama tim PRFM 107.5 Bandung setelah pelatihan AI

Cocok untuk siapa

Pendampingan sampai AI benar-benar dipakai.

  • Tim yang sudah mencoba AI, tapi pemakaiannya masih sporadis
  • Pimpinan yang ingin tahu kerjaan mana yang benar-benar layak dibantu AI
  • Organisasi yang butuh aturan pakai AI yang aman dan sama untuk semua
  • Perusahaan yang ingin kemampuan AI tumbuh di dalam tim, bukan bergantung pada penyedia luar
  • Tim yang ingin mulai dari kerjaan sehari-hari, tanpa membangun sistem besar dulu

Pertanyaan yang sering ditanya

Bedanya dengan pelatihan AI biasa?

Pelatihan biasa selesai di hari terakhir kelas. Program ini mulai dari kerjaan tim sendiri, menjalankannya dengan AI, menyusun aturan pakainya, lalu mengukur menitnya sebelum dan sesudah.

AI apa yang dipakai? Kantor sudah memakai Copilot atau Gemini.

Yang sudah dipakai atau diizinkan kantor. Metodenya jalan di AI assistant mana pun, jadi tidak perlu langganan baru.

Bagaimana dengan data kantor yang rahasia?

Aturan pakai disusun di awal: data apa yang boleh masuk ke AI dan mana yang tidak. Isi canvas peserta privat secara default, dan semua informasi tentang organisasi tetap milik organisasi itu.

Tim harus bisa coding?

Tidak. Semuanya pakai bahasa biasa. Yang dilatih adalah memberi brief ke AI dan memeriksa hasilnya.

Bagaimana tagihan dan dokumennya?

Invoice terbit atas nama perusahaan.

Ceritakan dulu kerjaan timnya.

Kerjaan apa yang paling sering diulang, dan berapa orang yang mengerjakannya. Balasannya dikirim lewat email.

AI ADOPTION PROGRAM

Mulai dari Rp 39.000.000

Cerita dan informasi yang dibagikan membantu kami memahami kebutuhan organisasi dan menyiapkan jawaban yang relevan. Informasi ini tidak dipakai untuk daftar email promosi atau pemasaran. Kalau kerja sama berlanjut, semua informasi tentang organisasi tetap menjadi milik organisasi itu dan kami jaga kerahasiaannya.

AI Adoption Program

Mulai dari Rp 39.000.000

Tanya dulu