Ujian Nasional 2016, Kejujuran yang diutamakan


By Teguh Firman Saputra
04/04/2016 - 07/04/2016
SMK YMIK Joglo Jakarta Barat, Komp-DPR-RI Pribadi



Deskripsi Kegiatan

Jakarta - Ujian Nasional bagi pelajar SMA/K sederajat berlangsung mulai Senin (4/4) hingga Kamis (7/4,di tengah kondisi kegamangan masih mewarnai pendidikan di Tanah Air.

Semula Ujian Nasional (UN) yang menjadi penentu kelulusan siswa khususnya pelajar SMP/MTs sederajat dan SMA/MA sederajat, sehingga membuat hampir semua jajaran pendidikan di sekolah (siswa, guru, orang tua) maupun birokrasi pendidikan seperti terjebak keharusan mencapai target kelulusan UN yang maksimal.

Sayangnya, upaya itu oleh sejumlah pihak dilakukan dengan segala cara, bahkan menggunakan cara-cara yang mengabaikan nilai-nilai objektivitas, sportivitas, dan kejujuran di sekolah yang semestinya justru menjadi perilaku dan karakter utama dunia pendidikan nasional kita.

Kondisi berbeda diharapkan oleh Kepala SMK YMIK, Drs.Juhedi,M.Pd menegaskan bahwa "UN bukan lagi menjadi sesuatu yang menakutkan bagi siswa karena tak lagi menjadi penentu kelulusan siswa, diharapkan kejujuran yang diutamakan, kami bangga mempunyai siswa/i yang bisa mengerjakan ujian nasional secara kejujuran,hal ini untuk meningkatkan juga integritas sekolah,tentunya"

"Yang dibicarakan tentang UN saat ini adalah kejujuran, bukan kelulusan. Prestasi penting, jujur yang utama. Ujian itu tidak boleh menghalalkan segala cara. Tidak ada lagi 'subsidi jawaban'," kata Mendikbud lagi.

Menurut dia, siswa harus rileks jelang UN, sehingga saat pelaksanaan ujian akhir kondisi tubuhnya bugar dan bisa fokus mengerjakan soal-soal tes.

"Istirahatlah yang cukup, makan makanan sehat bergizi dan hindari hal baru yang berisiko. Tidak biasa jalan-jalan malah jalan-jalan atau mencoba makanan baru malah sakit perut sehingga Senin nanti bermasalah," kata Anies pula.

Lingkungan keluarga, kata Mendikbud, juga agar mengkondisikan siswa agar tidak stres. Anies juga meminta siswa untuk tidak melakukan cara-cara yang tidak terpuji dalam melaksanakan ujian akhir itu seperti mencontek atau bahkan menggunakan soal dan jawaban bocoran.

Sejumlah sekolah di Jakarta Barat menjelang UN 2016 telah mengadakan doa bersama di sekolah masing-masing, seperti dilaksanakan siswa peserta UN di SMK YMIK Jakarta Barat, salah satu sekolah favorit di ibu kota Provinsi Dki Jakarta ini.

SMK YMIK merupakan salah satu sekolah yang melaksanakan UN Berbasis Kertas (paper based test), sehingga diharapkan semua persiapan telah matang agar tidak terjadi kendala dalam pelaksanakan UN ini.

Teguh,salah satu siswa kelas 10 di SMK YMIK berharap bahwa "agar kakak kelas dapat mengikuti UN dengan sebaik-baiknya."

"Siswa yang besok Ujian Nasional harus mengutamakan kejujuran, karena pendidikan bertujuan untuk membentuk karakter, jadi bukan sekadar memperoleh nilai. Jadi selain nilai harus bagus, kejujuran harus menjadi karakter yang melekat," katanya pula.

Beberapa siswa juga membenarkan, karena target kelulusan tinggi tersebut, diam-diam masih saja ada upaya pihak tertentu di sekolahnya untuk "membantu" mereka dapat mengerjakan soal UN tersebut dengan baik tapi dengan cara yang menyalahi ketentuan serta jauh dari nilai-nilai kejujuran.

UN 2016 memang sudah tak lagi menjadi penentu kelulusan siswa, tapi benarkah karena itu kemudian semua pihak di sekolah dan jajaran birokrasi pendidikan di daerah-daerah termasuk di Lampung, benar-benar akan mendorong siswa peserta UN mengerjakan sendiri soal UN secara objektif dan penuh kejujuran?

Bila UN tak lagi menjadi penentu kelulusan, seharusnya pula tak ada lagi target menarget hasil UN 100 persen oleh pihak sekolah maupun jajaran birokrasi pendidikan yang masih diterapkan, bila ujung-ujungnya hanya mendorong para pihak kembali mencari cara lulus 100 persen dengan mengabaikan kejujuran demi mencapai target itu.

Kejujuran dalam dunia pendidikan kita boleh jadi masih menjadi sesuatu yang sangat mahal harganya dan sulit diterapkan, termasuk dalam pelaksanaan UN 2016 ini kendati sudah tak lagi menjadi penentu kelulusan.


0

0 total
5
0%
4
0%
3
0%
2
0%
1
0%

SHARE THIS




Kalender